Home Daerah Transmigrasi sebagai Solusi Konkret Pengentasan Kemiskinan

Transmigrasi sebagai Solusi Konkret Pengentasan Kemiskinan

68
0
SHARE
Transmigrasi sebagai Solusi Konkret Pengentasan Kemiskinan

MAMUJU - Sebagai bagian dari strategi pembangunan dan pengentasan kemiskinan yang komprehensif, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melihat program transmigrasi sebagai instrumen investasi yang sangat bernilai.

Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menegaskan hal ini usai menggelar Rapat Kerja Daerah dengan para kepala daerah se-Sulbar secara virtual, yang dilanjutkan dengan rapat internal bersama kepala OPD lingkup Pemprov Sulbar di Ballroom Andi Depu Kantor Gubernur, Selasa 20 Januari 2025.

“Yang paling bagus adalah investasi yang dilakukan pemerintah saat ini adalah transmigrasi. Transmigrasi ini penting,” ujar Suhardi Duka, menekankan pergeseran paradigma yang mendasar dalam pendekatan pemerintah.

Jika pada masa lalu program transmigrasi dinilai kurang memberikan manfaat optimal bagi masyarakat lokal dengan kuota yang sangat kecil, kini skemanya telah berubah secara signifikan.

Gubernur membandingkan kondisi sebelumnya, “Dulu kita hanya dapat 15 persen. Itu pun banyak dari Sulawesi Selatan, dari Gowa, dari Bone. Daerah kita paling dapat lima kepala keluarga saja.”

Kontras dengan masa lalu, komposisi saat ini menerapkan prinsip kesetaraan, yaitu 50 persen untuk transmigran lokal dan 50 persen untuk transmigran dari luar daerah.

Perubahan kebijakan ini membuka peluang yang jauh lebih besar bagi keluarga miskin di Sulawesi Barat untuk memperbaiki kehidupannya.

“Sekarang sudah 50 banding 50,” jelasnya, menyoroti bagaimana program ini kini benar-benar berpihak pada pemberdayaan masyarakat daerah.

Lebih dari sekadar redistribusi penduduk, transmigrasi saat ini merupakan sebuah paket investasi besar dari negara yang mencakup penyediaan lahan, infrastruktur dasar, dan fasilitas pendukung kehidupan.

“Fasilitas transmigrasi itu besar. Dengan skema ini, orang-orang miskin kita bisa masuk transmigrasi, dan itu bisa menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegas Suhardi Duka.

Dukungan infrastruktur ini pun terus dikembangkan, sebagaimana terlihat dari inisiatif Pemerintah Pusat melalui Kementerian Transmigrasi yang telah meninjau dua lokasi calon pembangunan Mess Patriot Transmigrasi di Kabupaten Mamuju.

Lokasi yang ditinjau meliputi aset pemerintah provinsi di kawasan wisata Gentungan, Kalukku, seluas sekitar 5 hektare, serta lokasi alternatif di Dusun Bebangan yang berada di jalur Trans Sulawesi.

Mess tersebut dirancang sebagai pusat kegiatan penelitian, pendidikan, dan pengembangan kawasan transmigrasi untuk dimanfaatkan oleh mahasiswa penerima Beasiswa Patriot, peneliti, dan tim Ekspedisi Patriot.

Dengan demikian, program transmigrasi tidak lagi dipandang sebagai program pemindahan penduduk yang konvensional, tetapi sebagai sebuah ekosistem pembangunan berkelanjutan yang integratif.

Oleh karena itu, Gubernur Suhardi Duka menekankan pentingnya mendorong dan mengoptimalkan program ini, dengan kesimpulan tegas, “Ini investasi yang sangat bagus, dan harus kita dorong.” (rls)

Editor: Abi Ghifar