Home Metro Dampak Ganda Cuaca Ekstrem di Makassar: Ratusan Warga Mengungsi

Dampak Ganda Cuaca Ekstrem di Makassar: Ratusan Warga Mengungsi

82
0
SHARE
Dampak Ganda Cuaca Ekstrem di Makassar: Ratusan Warga Mengungsi

Keterangan Gambar : Bencana banjir (Ilustrasi)

MAKASSAR - Hujan deras yang mengguyur Makassar tidak hanya meninggalkan genangan, tetapi juga menyisakan cerita pilu bagi ratusan warga. 

Di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, air yang terus naik telah memaksa 97 kepala keluarga atau setara dengan 356 jiwa meninggalkan rumah mereka. Angka ini melonjak tajam dari data sebelumnya yang hanya mencatat 14 KK atau 53 jiwa yang mengungsi sejak Sabtu. 

“Data pengungsi sementara tercatat sebanyak 97 KK atau 356 jiwa yang tersebar di lima titik pengungsian,” jelas Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, pada Minggu (11/1). 

Di balik statistik tersebut, tersimpan ketidakpastian dan upaya bertahan di tempat-tempat penampungan sementara.

Namun, air yang merendam permukiman bukanlah satu-satunya akibat dari cuaca ekstrem tersebut. Amukan angin kencang yang menyertai hujan menimbulkan ancaman lain di berbagai sudut kota. 

“Berdasarkan laporan yang masuk angin kencang tercatat terjadi di 29 titik lokasi yang mengakibatkan pohon tumbang di beberapa ruas jalan dan permukiman warga,” tambah Fadli. 

Salah satu dampak paling nyata dari tumbangnya pepohonan itu adalah kerusakan yang menimpa sebuah rumah warga, sehingga memerlukan respons cepat tim SAR gabungan untuk memastikan keselamatan penghuninya. 

“Terdapat satu unit rumah warga terdampak akibat kejadian tersebut,” ungkapnya. 

Beruntung, meskipun material rusak, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat insiden angin kencang ini.

Di tengah situasi ganda ini, upaya penanganan terus digelar. Tim Reaksi Cepat BPBD bersama unsur terkait bahu-membahu mengevakuasi material pohon tumbang, membersihkan akses jalan yang terputus, dan mendata kerusakan lebih lanjut. Sementara itu, di titik-titik pengungsian, pemantauan dan koordinasi tetap berjalan untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. 

“Kita juga telah berkoordinasi dengan perangkat wilayah dan instansi terkait dalam upaya penanganan dan kesiapsiagaan lanjutan,” kata Fadli mengenai upaya terkoordinasi yang dilakukan. 

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berulang, menghindari area rawan pohon tumbang dan genangan dalam, serta aktif melaporkan keadaan darurat melalui kanal resmi BPBD. 

Seruan ini menjadi pengingat bahwa di balik gencarnya respons darurat, kewaspadaan kolektif tetap menjadi benteng pertama dalam menghadapi ketidakpastian alam.

Sumber: cnn

Editor: Abi Ghifar